Searching...
5/14/2014 02:35:00 PM

Lalat si pembawa penyakit dan penetralnya

Apa yang akan sobat netter lakukan jika ada lalat yang hinggap di atas amakanan atau malah nyemplung diminuman sobat ? langsung membuangnya ? eits, tunggu dulu ada cara lain yang bisa menghilangkan pengaruh jelek dari penyakit yang dibawa oleh lalat, yaitu sayapnya !


Di dalam ajaran Nabi / Rasulullah yang memerintahkan agar, lalat yang jatuh pada makanan,. sekalian saja dibenamkan seluruh badanya kedalam makanan sehingga mati, terutama jika makananya panas.

Lalat memang mengandung materi-materi racun yang menjadi senjata pertahanan seragga itu, seperti bukti dari gigitanya berupa bintik-bintik merah pada kulit yang juga dapat menimbulkan infeksi.Tapi sebenarnya, kita juga dapat menetralisir zat-zat beracun yang dihasilkan lalat dengan obat yang telah disediakan pada sayapnya yang lain. Sehingga lalat harus dicelupkan ke dalam air atau makanan agar obat tersebut dapat menetralkan efek racunya. jadi di satu sisi sayap lalat membawa racun, dan disisi lain sayapnya merupakan penetral dari racun tersebut.

Ini adalah obat yang tidak pernah ditemukan oleh dokter terbaik dari zaman sekarang. Pengetahuan seperti ini hanya datang dari Nabi umat Islam Muhammad SAW. Namun bukan rahasia lagi jika dokter ahli pun tunduk pada ilmu kesehatan yang diajarkan Nabi.

Dari Abu Hurairah radiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Apabila lalat jatuh di bejana salah satu diantara kalian maka celupkanlah karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya terdapat obat penawarnya”.

Dari Anas bin Malik radiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: Dari Anas bahwasanya Nabi bersabda: “Apabila lalat jatuh pada bejana salah satu diantara kalian, maka celupkanlah karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan sayap lainnya terdapat obat”. (HR. Bukhari, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh Tim Departemen Mikrobiologi Medis, Fakultas Sains, Universitas Qâshim, Kerajaan Arab Saudi, beberapa peneliti muda yang terdiri dari, Sâmi Ibrâhîm at-Taili, ‘ dil ‘Abdurrahman al-Misnid, dan Khalid Dza’ar al-Utaibi.
Yang dibimbing oleh Dr. Jamal Hamid, dan dikoordinasi oleh DR. Shalih ash- Shalih (seorang da’i terkenal di Eropa), melakukan penelitian tentang analisa mikrobiologi tentang sayap lalat. Laporan ini mereka presentasikan ke acara “Student Research Seminar” di Universitas Qâshim, KSA.
Lalat sangat banyak di bumi. Mereka hampir 87.000 spesies. Secara ilmiah telah membuktikan bahwa mereka makan dari sampah dan limbah bahan organik dari sejumlah besar bakteri, virus dan berbagai mikroba dan kuman lainnya.

Dr. Amin Ridha, Dosen Penyakit Tulang di Jurusan Kedokteran Universitas Iskandariyah, telah melakukan penelitian tentang hadits lalatdan menegaskan bahwa di dalam rujukan-rujukan kedokteran masa silam ada penjelasan tentang berbagai penyakit yang disebabkan oleh lalat. Baru di zaman sekarang, para pakar penyakit bisa mengungkap rahasia ini, padahal sudah dibongkar informasinya sejak dahulu. Yaitu kurang lebih 30-an tahun yang lalu mereka menyaksikan dengan mata kepalanya bahwa obat berbagai penyakit yang sudah kronis dan pembusukan yang sudah menahun adalah dengan lalat.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar!
Setiap masukan, cacian, umpatan akan sangat berharga bagi saya.

 
Back to top!